skip to main | skip to sidebar
MUJAHIDEEN ISLAM
"Pengembara Yang Mencari Keredhaan ILlahi Untuk Menuju Akhirat Yang Sudah Pasti"
RSS

Warkah Buatmu Teman Di Jalan Da'wah

0 Orang Mengulas


Salam alayk'. Penulis titipkan satu warkah buat para ikhwan (saudara) yang masih tegar di jalan da'wah. Semoga ia bermanfaat untuk kita semua. Dan bagi penulis, ianya mungkin satu perkongsian sebagai tanda kecintaan kita bersama kepada tarbiyyah dan da'wah. Buatmu temanku, saksikan..


Warkah ini memberi jawapan segalanya, semoga esok ada sinar untuk kita. Ameen.





Recall: Da'ie & "Al-Intima"

0 Orang Mengulas


Salam alayk'. Menggalas tanggungjawab sebagai da'ie bukanlah suatu tugas yang mudah. Ia penuh dengan satu proses yang panjang. Tidaklah penulis melemparkan pengertian itu dengan persepsi, tidaklah juga bermaksud untuk menakut-nakutkan para Muslim yang baru mengenali dan terjun di dalam lapangan da'wah. Namun, ia adalah berfikiran sedar dan tidak hanya melihat mereka yang menghadapi survival di medan da'wah dari sudut pandang retorika selesa semata-mata.

Melihat kehidupan para da'ie illaLlah memang mengujakan. Kehidupannya amat luar biasa. Peribadinya sangat meyakinkan. Seringkali para da'ie ini melakukan 'wajibat tarbiyyah' yakni pengamalan secara fardi dalam menilai diri melalui mutaba'ah yang digariskan sebagai 'check and balance' dalam pengabdian mereka kepada Allah SWT.


Namun, berapa ramai mereka yang hari ini dilihat sehari demi sehari diuji, tersungkur dan tersungkur dengan cabaran kehidupan yang dilemparkan. Inilah penapisan yakni 'filter' yang Allah aturkan. Kadangkala ada juga mereka yang merasakan sudah 'selesa' dengan kedudukan di dalam gerakan da'wah, namun tidak 'turun' ke medan dengan pelbagai alasannya. Ingatlah wahai sahabat sekalian, penceritaan mengenai sirah peperangan Tabuk yang menguji 3 sahabat Nabi antaranya Ka'ab Ibn Malik yang tidak menyertai peperangan Tabuk sewaktu itu atas perihal dunia. Setelah angkatan perang kaum Muslimin meninggalkan Madinah, maka Ka'ab berasa menyesal dan terdetik di dalam hatinya, 

"Dimana kedudukanku saat kalian semua berlelah-lelah dalam lapangan dakwah, sementara aku tersibukkan oleh pekerjaan dan urusan rumah? Dimana kedudukanku, saat kalian semua berjuang memenangkan dakwah, sementara aku tidak ada waktu untuk itu? Dimana posisiku, saat kalian semua berpagi-pagi telah memenuhi panggilan dakwah, sementara aku sibuk dengan keluargaku sendiri? Dimana posisiku, saat kalian semua sampai larut malam masih terus bekerja untuk kemajuan dakwah, sementara aku disibukkan oleh urusan peribadi?

Lantas tanya diri kita, adakah kita seperti Ka'ab yang turut bersikap seperti di Tabuk? Berdoalah selalu, "Wahai Allah, berilah dunia ini di tangan kami, tetapi tidak di hati kami".


Hal ini juga berkaitan secara langsung dengan perkaitan 'al-intima'. Intima' yang sering dicanangkan memerlukan kita menghayati betapa seriusnya dalam menggabungkan diri dengan da'wah sehingga dapat melahirkan amal-amal Islami. Almarhum Da'ie IlalLlah, Al-Fadhil Al-Ustaz Fathi Yakan di dalam bukunya, 'Maza Ya'ni Intima'i Lil Islam' menerangkan kepada kita kewajiban intima' (menggabungkan diri) dengan da'wah dan menghayatinya dengan penghayatan yang tinggi.

Sudah pastinya dengan iman yang mendalam, keyakinan yang tinggi, kesedaran yang meluas, keinsafan yang memaknakan, tanggungjawab yang perlu dipikul dan kewajiban yang memerlukan tindakan merupakan asas kepada intima'. Penghayatan yang paling berkesan untuk membuktikan intima seseorang terhadap da'wah adalah apabila mampu mencapai untuk mengorbankan perkara berikut untuk da'wah iaitu masa, tenaga,  harta dan nyawa.


Tidaklah dikatakan intima' jika menggabungkan diri kepada da'wah atas kapasiti spontan yakni atas kecenderungan (minat), simpati ataupun belas kasih, kepentingan tertentu dan lebih hina sekali untuk kemaslahatan peribadi. Penulis yakin bahawa jika ada individu berniat sedemikian hina, eloklah diperbetulkan atau Allah mengeluarkan kita dari jalan da'wah dalam keadaan hina sepertinya. Perkara tunjang untuk berintima' adalah atas tanggungjawab dalam melaksanakan kewajiban perjuangan aqidah Islam. Ini adalah hal terbesar menjadi faktor untuk berintima'.

Perlu diketahui bahawa gerakan da'wah juga menggariskan beberapa pra syarat untuk dipatuhi oleh ahli gerakan da'wah sebagai kayu ukur intima' antaranya iltizam (komitmen) yang tinggi, sami'na wa atha'na (dengar dan taat), kefahaman dan tasawwur yang jelas akan sebarang dinamisme gerakan, hammasah (perasaan yang kuat), dan juga implementasi ketrampilan hasil penghayatan terhadap islam. Ini adalah pra-syarat dalam manhaj gerakan da'wah. Adakah kita sudah mencapai pra syarat ini? Adakah kita suda menggelarkan diri kita berintima'? Ikhlaskah kita? Hanya anda boleh membuat satu perubahan untuk diri anda sendiri. Usaha dan berdoalah.






Puisi 'Untukmu Kelantan' Karya Oki Setiana Dewi

0 Orang Mengulas

 

Link untuk menonton ketika Oki melafazkan bait-bait puisi ini boleh dilihat di sini.






123 Bangkit!

0 Orang Mengulas






Benarkah Kita Kader Da'wah?

0 Orang Mengulas

Benarkah kita kader da'wah? Kader da'wah itu memiliki kefahaman yang utuh. Faham akan falsafah dasar perjuangan, faham akan nilai-nilai yang diperjuangkan, faham akan cita-cita yang hendak dicapai, faham akan jalan yang harus dilalui. Kader da'wah memiliki pemahaman yang komprehensif. Faham akan peringkat untuk merealisasikan tujuan, faham akan konsekuensi setiap peringkat, faham akan cabaran realiti yang menyertai setiap peringkat, faham bahwa di setiap peringkat da'wah memiliki tingkatan risiko yang berlainan. Kefahaman kader da'wah terus berkembang.

Benarkah kita kader da'wah? Kader da'wah itu memiliki keikhlasan yang tinggi. Ikhlas ertinya bekerja hanya untuk Allah semata, bukan untuk kesenangan diri sendiri. Sangat banyak godaan di sepanjang perjalanan da'wah, baik berupa harta, kekuasaan dan godaan syahwat terhadap pasangan berlainan jenis. Hanya keikhlasan yang akan membuat para kader boleh bersikap dengan tepat menghadapi segala bentuk godaan dan dinamik da'wah. Sangat banyak peristiwa di sepanjang perjalanan da'wah yang menggoda para kader untuk meninggalkan jalan perjuangan. Ikhlas adalah penjaga ketahanan kader da'wah.
Benarkah kita kader da'wah? Kader da'wah itu memiliki amal yang berkesinambungan. Amal dalam da'wah bukanlah jenis amal yang setengah-setengah, bukan jenis amal spontan dan tanpa perencanaan. Bahkan ama yang menambahbaik diri dan keluarga, hingga berupaya memperbaiki masyarakat, bangsa, negara bahkan dunia. Amal dalam da'wah memiliki peringkat yang jelas, memiliki tujuan yang pasti, memiliki orientasi yang hakiki. Kader da'wah tidak hanya beramal di satu marhalah dan meninggalkan marhalah lainnya. Kader da'wah selalu mengikuti perkembangan kondisi dalam da'wah, kerana itulah amal yang harus dilalui untuk merentasi peradaban.

Benarkah kita kader da'wah? Kader da'wah itu memiliki kewibawaan jihad yang abadi. Jihad dalam bentuk kesungguhan, keseriusan, dan kedisiplinan dalam menggapai visi da'wah yang hakiki. Kesungguhan membela hak-hak umat, kesungguhan mendidik masyarakat, keseriusan mengusahakan kesejahteraan masyarakat, dan menyelesaikan persoalan kehidupan yang semakin kompleks. Kader da'wah harus memberikan kesungguhan dalam menjalankan semua agenda dakwah, hingga menghasilkan kesan yang berkualiti di lapangan apapun mereka bekerja. Itulah makna jihad dalam konteks perjalanan aktiviti da'wah.

Benarkah kita kader da'wah? Kader da'wah itu memiliki pengorbanan yang tak terhingga nilainya. Da'wah tidak mungkin akan boleh dijalankan tanpa pengorbanan. Sejak dari pengorbanan harta, waktu, tenaga, fikiran, harta, hingga pengorbanan jiwa. Rasa lelah, rasa jenuh, rasa letih selalu mendera jiwa raga, kesenangan diri telah dikorbankan demi tetap berjalannya roda dakwah. Aktiviti dijalani sejak pagi hingga malam hari. Kadang harus bermalam hingga beberapa lamanya, kadang harus berjalan pada jarak yang tak terukur jauhnya, kadang harus memberikan harta pada kondisi diri yang belum stabil dari segi ekonomi. Pengorbanan tanpa penghujung, itulah ciri kader da'wah yang setia.
Benarkah kita kader da'wah? Kader da'wah itu memiliki ketaatan kepada prinsip, keputusan organisasi, dan kepada pemimpin. Prinsip-prinsip dalam da'wah harus dilaksanakan dengan sepenuh ketaatan. Taat kepada implementasi manhaj adalah bahagian penting yang akan menghantarkan dakwah pada tujuannya yang mulia. Taat kepada keputusan organisasi merupakan syarat agar kegiatan da'wah selalu terbingkai dalam sistem amal jama’i. Taat kepada pemimpin merupakan tuntutan agar pergerakan da'wah berjalan secara efektif pada upaya pencapaian tujuan. Ketaatan bukan hanya terjadi dalam hal-hal yang sesuai dengan pendapat pribadi, namun tetap taat terhadap keputusan walaupun bertentangan dengan pendapatnya sendiri.

Benarkah kita kader da'wah? Kader dakwah itu memiliki keteguhan tiada henti. Kader dakwah harus selalu tegar di jalan da'wah, kerana perjalanan amatlah panjang dengan berbagai gangguan dan tentangan yang menyertainya. Teramat banyak aktivis da'wah semasa, dimana mereka memiliki semangat yang menyala pada suatu ketika, namun padam seiring berjalannya usia. Ada yang tahan tatkala mendapat ujian kekurangan harta, namun menjadi gugur saat berada dalam limpahan harta dunia. Ada yang tegar saat da'wah dilakukan di jalanan, namun tidak tahan saat berada di tampuk kekuasaan. Kader da'wah harus berada di puncak kemampuan untuk selalu bertahan.

Benarkah kita kader da'wah?
Kader da'wah itu memiliki kemurnian dan kebersihan dalam orientasi aktivisnya. Sangat banyak faktor yang mengotori kebersihan orientasi da'wah. Ada kekotoran cara mencapai tujuan. Ada kekotoran dalam usaha mendapatkan harta. Ada kekotoran dalam langkah menggapai kemenangan. Kader da'wah harus selalu menjaga kemurnian orientasinya, tidak berpaling dari kebenaran, tidak terjebak dalam kekotoran. Kerana da'wah memiliki visi yang bersih, sehingga harus dicapai dengan langkah dan usaha yang bersih pula.

Benarkah kita kader da'wah?
Kader da'wah itu memiliki solidariti, persaudaraan dan kebersamaan yang tinggi. Ukhuwah adalah sebuah tuntutan dalam menjalankan agenda-agenda da'wah. Semakin besar tantangan yang dihadapi dalam perjalanan da'wah, harus semakin kuat pula ikatan ukhuwah di antara pelakunya. Kader da'wah saling mencintai satu dengan lainnya, saling mendukung, saling menguatkan, saling meringankan beban, saling membantu keperluan, saling berbahagi dan saling mencukupi. Kader da'wah tidak berdendam, iri dan benci. Kader da'wah selalu membawa cinta, dan menyuburkan da'wah dengan sentuhan cinta.

Benarkah kita kader da'wah? Kader da'wah itu memiliki tingkat kepercayaan yang tak tertanding. Berjalan pada rentang waktu yang sangat panjang, dengan tentangan yang semakin kuat menghadang, menghajatkan tingkat kepercayaan antara satu dengan yang lainnya. Berbagai isu, berbagai fitnah, berbagai tuduhan tak akan menggoyahkan kepercayaan kader da'wah kepada para pemimpin dan kepada sesama kader da'wah. Berbagai caci maki, berbagai lontaran benci, berbagai pelampiasan kesumat, tak akan mengkerdilkan kepercayaan kader terhadap langkah da'wah yang telah dijalaninya.

Jadi, benarkah kita kader da'wah ?


Karya: Cahyadi Takariawan (aktivis da'wah).





Ikhwanul Muslimin Sedia Bebaskan Palestin

1Orang Mengulas


Situasi politik baru di Mesir dengan kemenangan kelompok Islam, Hizbul Huriyyah Wal 'Adalah Ikhwan dengan parti  An-Nur Salafi yang menguasai 70% kerusi parlimen Mesir yang dipertandingkan. Ini bererti ia akan dapat merubah kondisi Mesir yang akan mempunyai kesan yang besar di masa hadapan.

Ikhwan Merentasi Batas Negara

Isu pembebasan Palestin agak lama digerakkan, kekuatan Ikhwan mengukuhkan kukunya di tanah Palestin adalah sejak zaman Hassan al-Banna mengirimkan berbatalion Ikhwan ke Palestin. Kemudian, ia dilanjutkan oleh Syeikh Izzudin al-Qassam yang merupakan seorang kader Ikhwan. Selepas itu, perjuangannya disambung oleh Syeikh Ahmad Yassin yang merupakan generasi kedua setelah Izzudin Al-Qassam bagi berjuang membebaskan Palestin. Sekarang Syeikh Ahmad Yassin digantikan oleh Ismail Haniyah. Mereka merupakan generasi penerus Ikhwan dengan beridentitikan HAMAS.

Di Lubnan pula, kekuatan Ikhwan tidak dapat dipandang lemah ia mempunyai gerakan hebat yang dikenali sebagai "Murobbithun" dan ia juga merupakan unit ketenteraan dalam gerakan Ikhwan di Lubnan. Di antara tokoh Ikhwan Lubnan seperti Fathi Yakan, Said Hawwa yang mana mereka ini adalah tokoh 'taujih' dalam membangkitkan semangat untuk menggerakkan agenda menentang Israel. Meskipun landskap politik di Lubnan dikuasai Hizbullah, tetapi kelompok Ikhwan tetap memiliki perkongsian kuasa politik di Lubnan.

Demikian juga di Jordan, kekuatan yang dimiliki oleh front 'Amal Islami' yang menjadi sayap politik Ikhwan terus melakukan tekanan terhadap Raja Abdullah selaku pewaris takhta kerajaan Jordan untuk membatalkan sebarang hubungan diplomasi dengan Israel. Amal Islami juga mendapat sokongan yang kuat daripada penduduk Palestin.


Di Syria pula, Ikhwan semenjak tahun 1982 dibantai oleh pemerintah Hafez Al-Asad bagi membasmi gerakan Ikhwan. Tetapi Ikhwan bertindak bijak untuk menggunakan taktik 'Intifadhah' yang diinspirasi dari HAMAS dalam menentang serta membangkang pemerintah melalui kaedah demonstrasi dll. Israel meyakini bahawa Hafez Al-Asad pasti akan tumbang.

Kini, Israel tidak lagi berdampingan dengan negara-negara Arab yang menjadi sekutunya, tetapi sudah jatuh ke tangan Ikhwan. Ikhwan kini seperti satu fenomena di dunia Arab dan Afrika Utara.

Ikhwan Menguasai Negara Sekeliling Israel

Lihat sahaja kemenangan dalam pilihanraya yang berlangsung, kini nampaknya memberi ruang kepada gerakan Ikhwan melebarkan sayap. Di Mesir, parlimen dikuasai oleh Hizbul Huriyyah Wal 'Adalah, di Tunisia dikuasai oleh Parti An-Nahdah, di Marocco dikuasai oleh Development & Justice Party dan di Yaman kemungkinan besar adalah Parti Islah.


Semuanya kekuatan politik baru ini merupakan produk Ikhwan dan para pemimpin Ikhwan memainkan peranan politik dengan sangat cerdik. Paling menarik perkembangan di Turki, dimana Parti AKP yang dipimpin oleh Perdana Menteri Erdogan, benar-benar berhasil mengubah kuasa ketenteraan. Angkatan tentera Turki diposisikan dibawah kekuasaan rakyat. Tentera tidak lagi dapat mengawal pemerintah atau memggulingkan pemerintah parti politik.

Sekarang hubungan Turki-Israel semakin jauh akibat peristiwa Mavi Marmara. padahal Turki dan Israel adalah anggota Nato. Tetapi Turki tetap memilih jalan menolak hubungan dengan Israel sehingga Israel meminta maaf. Hubungan kerjasama antara Ikhwan dengan Parti AKP sangat jelas tatkala di mana saat kunjungan Perdana Menteri Turki Recep Tayyib Erdogan bertemu dengan Mursyidul Am Ikhwanul Muslimin iaitu Mohammad Badie' bagi membincangkan masa hadapan dunia Arab dan kaum Muslimin.

Perdana Menteri HAMAS, Ismail Haniyah juga melakukan kunjungan ke Turki, dan bertemu dengan Erdogan. Ismail Haniyah bukan sahaja bertemu dengan Erdogan di pejabatnya yang terletak di Ankara, tetapi Haniyah dijemput ke rumah Erdogan. Sokongan Turki terhadap Palestin adalah secara menyeluruh dan tiada lagi keraguan.  

Israel benar-benar terkepung saat sekarang ini. Ini jelas seperti yang dikatakan oleh Menteri Pertahanan Amerika Syarikat bahawa Israel sekarang sudah terkepung dan Israel harus berdamai dengan Palestin secepat mungkin.





Sesungguhnya Dia Menyayangimu..

2 Orang Mengulas


"Allah Menguji, Tanda Dikasihi"

Salam alayk'. Saat mengarang entri ini, penulis bertemankan kedamaian dan ketenangan suasana. Apatah lagi, hujan yang menghambat membasahi bumi ketika ini melunakkan lagi jiwa yang sentiasa penuh menagih simpati redha dari Sang Pencipta. 

Apa tujuan penulis mengarangi perihal ini?. Adakalanya kita hidup dalam bergelak ketawa dan juga adakalanya kita dirundung kesempitan dan kedukaan kesan daripada badai yang melanda segenap kehidupan.

 

Kehidupan kita sebagai hamba ALlah di dunia ini ibarat seorang musafir. Singkatnya perjalanan kita ini ibaratnya seperti seorang musafir yang berkelana seketika dibawah sepohon kayu rendang yang mana ia akan meneruskan perjalanannya ke negeri abadan abada' yang kekal dan abadi iaitu akhirat. 

Kehidupan kita semestinya penuh dengan duri rintangan dan cabaran dihadapan. Adakalanya menyebabkan kita tersungkur seketika sehingga kehilangan upaya bangkit kembali. Ingatlah! Tuhan itu selalu menguji. Adakah baik ciptaanNya itu ataupun tidak, adakah kuat hambaNya itu ataupun lemah. Mungkin sahaja susuk tubuh yang diuji itu tabah ataupun rebah dengan putus asanya. 


Betapa Allah itu mengenali diri kita sedalam-dalamnya, ia mengetahui apa yang baik untuk kita mahupun tidak. Sedangkan pereka cipta manusia pun mengetahui apa yang perlu ada pada ciptaannnya, inikan pula Sang Khaliq Yang Maha Agung. Adakah kita lupa bahawa kita ini selalu mengakui keimanan kepadaNya, namun dimana iktiqad itu menghilang gara-gara kerana setitik kesenangan dan keperitan yang Dia turunkan sebagai ujian, maka kita tersungkur tidak ketepian merasai kekecewaan. Ingatlah firman ALlah:

Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: “Kami beriman”, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cubaan)? (Qs 29:2).

Ujian memeritkan, namun ia merupakan senjata yang paling ampuh dalam mendekatkan diri kepada ALlah Rabbul Jalil.  Kerana ujian dan keperitan hiduplah, diri terus terngadah daripada lamunannya. Kerana virus kegelisahan inilah, maka didatangkan sakinah sebagai vaksinnya. Adakalanya, mereka yang gagal untuk bangkit akan kekal sepertinya sehingga tibanya suatu ketetapan. Namun, piala kemenangan diberikan kepada mereka yang menyerahkan keputusan dan kebergantungan sepenuh hidupnya kepada ALlah.

"Dan jika engkau menyaringkan suara dengan doa permohonanmu, (maka yang demikian tidaklah perlu), kerana sesungguhnya Allah mengetahui segala rahsia dan segala yang tersembunyi" (Qs 20:7)

Dia telah memberi saranan, mengadulah kepadaNya. Ketahuilah, kepada ALlah sahaja tempat sebaiknya berserah, thabatkanlah dirimu di dalam landasan kehidupan yang penuh dengan dugaan ini. Andai rebah bangkitlah semula, andai terhiris ingatlah janjiNya. Sejauh mana kita meminta??

Tribute buat sahabat yang sentiasa berada di medan perjuangan.. Thabatlah..





Teguran Qaradhawi Buat Ulamak Boneka, Khatib & Agamawan.

0 Orang Mengulas


Salam alayk'. Tidak dinafikan, di antara faktor kejayaan Revolusi Mesir 2011 adalah sokongan daripada ulamak kontemporari yang juga merupakan kader terbaik Ikhwanul Muslimun abad ini iaitu Dr. Yusof Al-Qaradhawi. Qaradhawi yang merupakan ulamak yang mana diberi perlindungan oleh kerajaan Qatar setelah mengalami mehnah dan tribulasi yang tinggi dari pemerintah bumi kelahirannya, Mesir. 


Dr. Yusuf Al-Qaradhawi yang juga merupakan Pengerusi Kesatuan Ulamak Islam Sedunia ini membesar dengan acuan tarbiyyah Ikhwan. Beliau pernah bertemu As-Syahid Hassan Al-Banna beberapa kali dan pernah mendekam penjara militer bersama Sayid Sabiq, Syeikh Muhammad Al-Ghazali dan berjuang bersama tokoh Ikhwan yang lain.

Seruan Qaradhawi ketika revolusi Mesir sepatutnya diambil iktibar. Teguran pedasnya kepada ulama' yang bersekongkol bersama pemerintah menyebabkan ulama'-ulama' pro kerajaan Mesir yang dipimpin Hosni Mubarak terkelu ketika mana mereka giat mengeluarkan fatwa agar rakyat Mesir tidak menentang pemerintah. Di antara seruan Qaradhawi kepada masyarakat agar turun ke jalanan memprotes tindakan pemerintah zalim:

"Oleh yang demikian, turun ke jalan raya, khususnya pada hari Jumaat untuk menyertai protes, wajib syar'ie ke atas setiap yang mampu untuk sampai ke tempat perhimpunan dan tidak ada keuzuran yang menghalangnya. Ini kerana ia merupakan satu-satunya jalan untuk melenyapkan Firaun dengan tidak membahayakan nyawa sesiapa. (Ini kerana) apa-apa yang tidak sempurna sesuatu yang wajib melainkan dengannya, maka ia adalah wajib". (Qawaid fiqhiyyah).

Seruan Qaradhawi kepada para ulama' Mesir,

"Dan saya menyeru kepada saudara-saudaraku dan anak-anakku daripada ulama'-ulama' Mesir, daripada graduan Al-Azhar, Darul Ulum dan lain-lain lagi agar menyertai protes ini di setiap kawasan dengan serban mereka dan jubah mereka, mengetuai perarakan aman, berpegang kepada kesatuan, sepakat menjaga gereja daripada sebarang anasir-anasir jahat yang pastinya sentiasa merancang memfitnah gerakan ini".

Seruan kepada ulama' besar iaitu ahli Majma Buhuth Islamiyyah,

"Dan saya menyeru kepada ulama'-ulama' besar, daripada anggota-anggota Majma Buhuth Islamiyyah yang diketuai oleh al-fadhil Syeikh Al-Azhar dan juga mufti untuk bersama-sama menyertai protes aman ini, agar mereka tidak digelar sebagai ulama' pemerintah dan boneka penguasa!. Dan tidak boleh dalam neraca syarak untuk mementingkan kepentingan individu ke atas rakyat terbanyak, apatah lagi individu yang hampir menemui kebinasaan.

 
Seruan Qaradhawi kepada para khatib yang menguasai mimbar Jumaat,

"Dan saya menyeru kepada saudara-saudaraku dan anak-anakku daripada para khatib di Kaherah dan seluruh kawasan, agar memimpin para jemaah selepas solat Jumaat untuk ke lokasi protes aman bersama rakyat Mesir, bersatu bersama saudara-saudara mereka, serta meningkatkan kesungguhan mereka. Tangan ALlah bersama jamaah!.

Setelah rakyat Mesir mengapai kemenangan dalam revolusi tersebut, Qaradhawi pertama kali menyampaikan khutbah di Dataran Tahrir setelah sekian lama tidak dibenarkan dan dihalang menyampaikan ceramah, kuliyyah agama dan menyampaikan khutbah oleh rejim pemerintah di Mesir semenjak tahun 1981. Di antara kandungann khutbah pada hari bersejarah itu yang disampaikan beliau di hadapan hampir ratusan ribu orang ialah,

"Saya kagum dengan rakyat Mesir di atas keberanian dan kesabaran mereka menentang kuasa zalim dan taghut, dan mencipta revolusi yang mulia melebihi kemuliaan Firaun dan Hamman".

"Sesungguhnya umat kita pada hari ini telah mencatat sejarah baru, bahkan telah mencipta sejarah baru. Beruntunglah sesiapa yang bersama-sama umat ini dengan usaha mereka dan celakalah sesiapa yang tidak bersamanya atau menghalang jalannya. Sesungguhnya, masa mereka (untuk dihancurkan) ialah pada waktu Subuh, dan tidakkah waktu Subuh itu dekat?". (Ibrah dari ayat al-Qur'an yang menceritakan kehancuran kaum Nabi Lut ketika waktu Subuh).
 
p/s: Marilah kita mengambil iktibar daripada seruan-seruan. Maka, ulama'-ulama' pemerintah, khatib-khatib di mimbar dan seluruh masyarakat. Sedarlah! Usah gentar terhadap pemerintah!





Older Posts
Subscribe to: Posts (Atom)

    Penulis

    My Photo
    Zaiem Al-Hilmee
    aktivis masyarakat dan juga pemerhati politik. Boleh dihubungi melalui e-mel iaitu: mujahid_zaim@yahoo.com.
    View my complete profile

    Tinggalkan Jejak

    ZAIEM @ TWITTER

    ZAIEM @ FACEBOOK

    Zaiem Al-Hilmee

    Pesanan Imam Hassan Al-Banna

    “Ketahuilah olehmu bahawa kematian itu adalah satu perkara yang pasti dan ianya hanya berlaku sekali sahaja. Jika kamu jadikan ia (kematian) itu di jalan Allah, maka ia keuntungan di dunia serta ganjarannya di akhirat. Dan apa yang menimpa kamu, itu semua adalah ketentuan yang telah ditentukan oleh Allah bagi kamu”

    Entri Popular!

    • Tahu Tak Kelebihan Al-Mathurat??
      Salam alayk'.. Hampir seminggu penulis tidak menulis apa-apa entri tatkala melalui satu suasana perjuangan yang baru di tempat yang baru. B...
    • PASTI, Melahirkan Generasi Al-Quran!
      Salam alayk'.. wah, hampir tiga bulan penulis tidak menulis di ruangan ini. Sapaan dan pertanyaan dari sahabat-sahabat mengenai 'blog' pen...
    • Pemurnian Terhadap Fahaman Salaf Dan Khalaf
      1. Terdapat pertembungan antara golongan yang pro salaf dengan pro khalaf di Malaysia hari ini. 2. Siapakah salaf dan siapakah khalaf? Ter...
    • Selepas Tunisia, Mesir Kini Menghadapi Revolusi!!!
      Salam alayk'.. Mesir salah satu bumi yang mempunyai landskap politik yang begitu menarik. Kediktatoran rejim Hosni Mubarak yang mana memeri...
    • "Condom House"
      "Condom House"!! Tertera perkataan ini pada 'papan tanda' sebuah kedai. Penulis berasa terkejut yang amat sangat apabila sebaik sahaja mel...

    Rekod Musafir

    www.e-referrer.com

    MEDIA MASSA

    Utusan Online Berita Harian Online Harian Metro Online Bernama News Suara Kontemporari The Star Melayu Nst Online Malay Mail The Star Menarik TV3 Yahoo News CNN News Aljazeera English Republika Online Harakah Sinar Harian Malaysiakini Themalaysianinsider

    Pautan Al-Hilmee

    • dakwatuna.com
      Seruan Aksi Damai Solidaritas Palestina “Global March to Jerusalem” (untuk Wilayah Bandung dan sekitarnya)
      3 hours ago
    • TintaMuallaf.Com
      Pergolakan Di Syria Dan Peranan Barat
      1 day ago
    • :: SAHABAT BLOG SABAH ::
      JENGLOT ?
      1 day ago
    • Laman Tarbawi
      HUBUNGAN PAS DENGAN MASYARAKAT MAJMUK
      1 week ago
    • Episod Sebuah Perjuangan
      Warkah Biru buat Tun Dr. Mahathir
      2 weeks ago
    • n.o.t.a. m.e.r.a.h
      Najib Razak ‘Pro Israel’ terima kecaman Mapim, Shura…
      4 weeks ago
    • Perisik Rakyat®
      Dimana Suara Mahasiswa/wi Dalam Pakatan Rakyat..?
      1 month ago
    • masanya memilih jalan yang lurus
      ruu perhimpunan aman – demokrasi melayu terpinggir
      3 months ago
    • Saifulislam.Com
      Antara Cita-cita dan Angan-angan
      8 months ago
    • RISALAH SYUMUL
      Kesyumulan Falsafah Akhlak Islam – Part 2
      1 year ago
    • Portal PTS

    Lawatilah Mereka!

    • monazmuslim
      Bila Hakim Amerika bela Islam
      2 hours ago
    • Rintihan Rakyat Sabah dan Sarawak
      Ketua Polis Negara dicabar isytihar harta
      1 day ago
    • Sunah Suka Sakura dot com
      Kaya La Camniiiiiiiiiiiii.... Nak Jadi Amah Gak!!!
      1 day ago
    • Layakkah aku menjadi bidadari syurga?
      Andai waktunya sudah tiba....
      2 days ago
    • abu asy-syaffaa'
      123BANGKIT: Kerajaan UMNO/BN Sabah terdesak
      2 days ago
    • STAY ALiVE 2:154
      Bila PM Mintak Maaf ;)
      4 days ago
    • ABU NUHA CORNER
      GURINDAM USTAZ HAMDANI
      4 days ago
    • Wardatul Asfar
      Jemputan Teragung
      6 days ago
    • Nahnu Jundullah
      123 BANGKIT
      1 week ago
    • "Beri-ku secawan kopi"
      Saat hadirnya 'utusan' Allah disisi..
      1 week ago
    • Shoutul Jabal
      Anak muda Malaysia akan bangkit ke?
      3 weeks ago
    • Travelog Hidayah
      Tuah Bahasa Arab
      3 weeks ago
    • MAI SECAWAN!
      Cara Mudah Download Video Dari Youtube
      4 weeks ago
    • nurilhakim.blogspot.com
      Daripada Sham Kepada Alam
      1 month ago
    • TEMPUR ARUS
      Kisah Benar Menarik, Seorang Pemimpin Berjiwa Rakyat Menjulang Islam (MB Kedah)
      1 month ago
    • Wardatul Shaukah
      Tarbiyah, mentarbiyah dan ditarbiyah.
      1 month ago
    • Tinta Nash_Sharh
      Hudud: Ketegasan Bersulamkan Kelembutan
      2 months ago
    • ~Thorful Ain Mardhiyah~
      Pabila waktu sudah memanggil....
      2 months ago
    • ~Cik Anggun G-Ah~
      Nikah dan Hudud... Dua Perkara... :)
      3 months ago
    • Siapa milik kita?
      Tahfiz
      3 months ago
    • Bayu Gunung
      Fenomena Hisamudin Sulaiman
      3 months ago
    • .:: I Tokei Ikan BertaQwa I ::.
      Saya dan PTPTN
      7 months ago
    • Post-Tension Amal
      MESYUARAT BERSAMA HJ ISMAIL AHMAD 15/6/2011
      9 months ago
    Show 5 Show All

    Hasil Pena

    • March 2012 (5)
    • January 2012 (1)
    • October 2011 (1)
    • September 2011 (1)
    • August 2011 (4)
    • May 2011 (5)
    • April 2011 (7)
    • February 2011 (3)
    • January 2011 (1)
    • December 2010 (4)
    • November 2010 (1)
    • July 2010 (4)
    • June 2010 (1)
    • May 2010 (9)
    • March 2010 (6)
    • February 2010 (4)
    • January 2010 (8)
    • December 2009 (1)
    • November 2009 (5)
    • October 2009 (3)
    • September 2009 (7)
    • August 2009 (11)
    • July 2009 (11)
    • June 2009 (10)
    • May 2009 (1)
    • April 2009 (3)
    • March 2009 (6)
    • February 2009 (4)
    • January 2009 (17)
    • December 2008 (3)
    • November 2008 (1)

    Musafir datang bertandang

    Jelajah Dunia

    Road Block!

    Jom Nasyid!


Copyright © All Rights Reserved. MUJAHIDEEN ISLAM | Converted into Blogger Templates by Theme Craft